
Serunya Manasik Haji Cilik: Mengenal Rukun Islam Kelima Sejak Dini
8 May 2025
Akhirussanah TTA Al Wahdah, Cintai Al-Qur’an, Raih Surga: Pesan Hangat Bunda Sleman untuk Santri TTA Al Wahdah
2 June 2025Wonorejo, 9–10 Mei 2025 — Udara segar, suara alam, dan gemuruh semangat para siswa mewarnai pelaksanaan kegiatan Mukhoyam MI Al Wahdah yang berlangsung selama dua hari satu malam di Kebon Deso Wonorejo. Acara ini menjadi momen penting dan sangat ditunggu oleh siswa kelas 4 dan 5, sebagai ajang pelatihan karakter yang berbeda dari rutinitas sekolah sehari-hari.


Mukhoyam adalah kegiatan kemah wajib yang menjadi bagian dari program ekstrakurikuler Pramuka MI Al Wahdah. Tahun ini, kegiatan berlangsung dengan sangat meriah dan penuh pembelajaran. Diikuti oleh siswa kelas 4 (Muslih 1) dan kelas 5 (Muslih 2), kegiatan ini dirancang untuk mengasah berbagai aspek, mulai dari kemandirian, kekompakan tim, keterampilan hidup, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Tantangan Seru: Mendirikan Tenda Sendiri
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah mendirikan tenda secara mandiri. Dengan bimbingan para pembina dan guru, siswa diajak membangun tenda dari awal: memilih lokasi, merakit kerangka, hingga mengikat simpul dengan benar. Meski banyak di antara mereka belum pernah melakukannya, ternyata semangat belajar dan kerja sama yang tinggi membuat proses ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Bahkan, siswa berlomba-lomba menunjukkan kekompakan kelompok mereka agar tenda berdiri dengan kokoh dan rapi.


Ketelitian dan Komunikasi: Lomba Semaphore dan Morse
Keseruan berlanjut dengan lomba semaphore dan morse, dua metode komunikasi klasik dalam dunia kepramukaan. Anak-anak diajak mengenal dan mempraktikkan cara menyampaikan pesan melalui sinyal bendera dan kode titik-garis. Selain melatih ketelitian dan daya ingat, lomba ini juga memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama antarsiswa. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan inovasi dalam sistem komunikasi non-verbal yang jarang ditemui dalam keseharian digital mereka.
Mengasah Kreativitas: Lomba Masak Sayur di Alam
Kegiatan yang tak kalah menyenangkan adalah lomba memasak sayur ala tenda pramuka. Dalam tantangan ini, siswa ditantang untuk memasak dengan peralatan sederhana dan bahan-bahan terbatas. Kreativitas dan kerja tim menjadi kunci utama. Sambil belajar memotong, mengolah, dan menata masakan, mereka juga belajar tentang tanggung jawab dan kebersihan dapur lapangan. Aroma masakan yang menggoda sempat memenuhi area kemah dan menjadi bagian yang paling dinanti—apalagi saat hasilnya dinilai dan disantap bersama-sama!
Menonton, Mereview, dan Belajar Nilai Kehidupan
Di malam hari, suasana mukhoyam tetap hangat dan bermakna dengan kegiatan nonton bareng film “Up”. Film ini dipilih bukan tanpa alasan—selain menghibur, film ini menyimpan banyak nilai tentang persahabatan, semangat hidup, dan keberanian mengejar cita-cita. Setelah menonton, siswa diajak untuk berdiskusi dan menyampaikan review mereka. Kegiatan ini melatih kepekaan emosional, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat secara santun.
Penutup Penuh Kesan
Mukhoyam ditutup dengan games seru, pembagian hadiah, dan upacara penutupan. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan dan antusiasme. Para siswa tidak hanya pulang dengan membawa pengalaman seru, tetapi juga nilai-nilai hidup yang kuat: tanggung jawab, kepedulian, keberanian, dan kekompakan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tapi juga bisa tumbuh subur di bawah tenda, di sekitar api unggun, dan di tengah alam yang penuh pelajaran kehidupan. Mukhoyam MI Al Wahdah 2025 bukan hanya tentang kemah, tetapi tentang membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan berkarakter.




