
Menggali Semangat Hafalan dari Gaza: SMP Qur’an Al Wahdah Hadiri Kajian Tahfidz Nasional
29 October 2025Yogyakarta — SMP Qur’an Al Wahdah Yogyakarta resmi melaunching Program 40 Hari Takbiratul Ihram sebagai upaya penguatan pembinaan karakter dan spiritual santri dalam mengawali Semester Genap Tahun Ajaran 2025–2026.
Program ini diikuti oleh seluruh santri serta didampingi oleh para asatidz dan tenaga kependidikan. Melalui program tersebut, santri dibiasakan untuk melaksanakan sholat berjamaah tepat waktu dengan hadir sejak takbiratul ihram secara konsisten selama 40 hari.
Kepala SMP Qur’an Al Wahdah Yogyakarta menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam beribadah. Menurutnya, sholat berjamaah yang dilaksanakan sejak awal waktu merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter santri Qur’ani.
Beliau juga menegaskan terkait hal ini dengan menyampaikan Hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى، كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ
“Barangsiapa shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia mendapatkan takbiratul ihram yang pertama (bersama imam), maka ditetapkan baginya dua kebebasan: bebas dari api neraka, dan bebas dari sifat nifaq (kemunafikan).”
Pelaksanaan Program 40 Hari Takbiratul Ihram dilakukan dengan sistem pemantauan harian dan evaluasi berkala oleh para asatidz. Selain sebagai sarana pembiasaan ibadah, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya menjaga waktu dan komitmen dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
Melalui launching program ini, SMP Qur’an Al Wahdah Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.




